Bagi anda yang sangat suka cokelat, tak lengkap bila tak mengunjungi kampung cokelat yang terletak di Blitar ini tepatnya di Jl. Banteng - Blorok No. 18 RT. 01 / RW. 06, Desa Plosorejo, Kademangan, Blitar Jawa Timur,
Pada hari Jumat, 25 Desember 2015, Saya berkesempatan untuk mengunjungi kebun cokelat. Saya berangkat dari rumah nenek saya di Wilayah Kecamatan Wates, Kediri pukul 07.00 pagi dan tiba di lokasi pukul 08.30. Pagi itu, pengunjung masih sepi dan bisa dihitung jari, para pekerja juga masih terlihat sedang persiapan untuk membuka stan makanan dan ada yang bersih-bersih.
Di tempat ini, suasana nya sejuk, kebun coklat ini dari luar di pintu gerbangnya nampak seperti bangunan rumah biasa, namun setelah masuk di lorongnya, anda akan disuguhi dengan infografis berisi asalmula coklat,kakao yang berasal dari suku mesoamerika, kakao yang dulu dinamakan kakawa, dan info lain tentang coklat biasa anda temukan di lorong ini. Meskipun nampak kecil dan seperti rumah biasa dari luar, ternyata bangunan di dalamnya cukup luas.
Sebelum masuk, anda dikenakan tarif tiket masuk sebesar 5000rupiah. Tiket ini hanya berlaku untuk masuk saja, belum termasuk ongkos untuk menikmati wahana yang ada.
Setelah membayar tiket, kami sekeluarga menyempatkan untuk berfoto di depan pintu masuk, ini diaa, by the way itu ekspresi saya agak fail jadi maafkan ya.
Suasana di dalam sangat rindang dan sejuk akibat banyaknya tumbuhan kakao. Juga ada spot untuk terpapi ikan, overall penataannya sangat bagus, disediakan tempat cuci tangan juga di bebberapa titik, ada tempat live musik, serta pengunjung juga bisa mencoba membuat coklat nya sendiri di ruangan yang telah disediakan.
Berhubung pagi itu, saya lapar, jadilah saya membeli makanan khas kampung cokelat, yups ini dia mie coklat, yang warnanya cokelat. Kalau rasanya sih, saya tidak bisa berkomentar banyak ya soalnya lidah orang kan beda-beda jadi kalau mau tau rasanya, yuk ke kampung coklat saja. Oh iya selain itu juga ada jus coklat yang super duper nikmat, es krim coklatnya juga ada dan enak loo, pokoknya kalau berkunjung ke kampung coklat bisa sampai puas mabuk makan coklat. so yummy:9 jus coklat, dan mie coklat ini tergolong murah kok cuma 7000an aja
![]() |
| penampakan mie coklat |
![]() |
| popcorn coklat |
Jadi, sembari menunggu adik-adikku yang lucu itu naik perahu, aku mengamati para pekerja yang ada di dalam ruangan kaca, oh iya jadi di kampung coklat ini juga selain menjual hasil olahan coklat, mereka juga membuatnya disini, dengan ruangan yang tembus pandang, pengunjung bisa leluasa mengamati dari luar. Selain itu juga ada sentra penjualan ikan bagi anda yang gemar mengoleksi ikan hias.
![]() |
| fokus ke dalam kaca ya, mereka itu pegawai yang sedang membungkusi coklat dengan kertas aluminium, duh tangan mereka supercepat |
![]() |
| selfie dulu, di antara banyak tumbuhan baby kakao yang masih imut. abaikan yang dibelakang saya itu sepupu namanya Rafi yang masih takut disunat uups |
![]() |
| ini sepupuku yang super modis, Elsa lagi foto di infografis coklat di lorong |
Setelah puas berkeliling, pukul 11.00 kami sekeluarga pulang, berhubung juga hari Jumat jadi musti siap-siap untuk jumatan, tak lupa kami membeli oleh-oleh coklat di toko souvenir. Di sana juga jual kaos, stiker, gantungan kunci juga. Oh iya, tante ku juga membeli bibit kakao yang akan ditanam di taman, kali aja tumbuh nanti bisa untuk dibangun rumah coklat hehehe. anyway, tempat ini benar-benar recommended untuk pecinta coklat. Selamat berpetualang :)











asyik asyik aku gak bisa ikut, tapi senang bisa tau ceritanya
BalasHapus