Saat ini saya akan menuliskan sebuah pengalaman yang amat berkesan bagi saya.
Berawal dari keisengan mengiyakan ajakan dari Direktur Utama Kopma dr Angka ITS, mas Afrian. Alhamdulillah saya mendapatkan pengalaman yang unforgettable. It was actually my dream that I want to reach. Saat liburan semester yang sangat panjang (3 bulan) saya mengajak Ayah saya untuk naik Gunung Lawu yang notabene dekat dari rumah (Madiun-Magetan) lumayan dekatlah hehe, namun nyatanya saya tidak jadi berangkat, Ayah juga sibuk dengan pekerjaannya serta saya yang enggan olahraga kala itu.
Sejujurnya, saya belum punya pengalaman naik gunung, sempat ragu untuk ikut karena saya tidak sering olahraga namun karena ini adalah salah satu cita-cita kecil yang ingin saya wujudkan serta bujukan dari Mas Rafdi dan Adit akhirnya saya putuskan untuk ikut naik Gunung Panderman yang berlokasi di Batu, Jawa Timur dengan ketinggian 2000mdpl jauh lebih rendah daripada Lawu yang 3645mdpl. Sangat bersyukur saya mengiyakan ajakan untuk ikut naik gunung tersebut karena pastinya Syifa akan merasa sangat menyesal jika tidak jadi ikut naik gunung :''

Trip ini dilaksanakan pada Sabtu - Minggu (13-14 November 2015). Seminggu untuk persiapan itu, saya disarankan untuk jogging tapi bukan maksud saya tak mengindahkan saran tersebut, namun saya terlanjur malas untuk jogging, namun seminggu itu saya sempat bersepeda keliling ITS-Kos, terus juga berjalan kaki dari kos ke jurusan (itu juga karena motornya terkunci di parkiran jurusan), yha meskipun gagal jogging, setidaknya saya melakukan exercise yang mengakibatkan badan berkeringat. Orang-orang yang ikut dalam perjalan ini bukan hanya teman dari kopma melainkan teman-temannya mas Afrian dari Madiun serta juga temannya temannya mas Afrian (mindblown :V ). Pada intinya, saya senang dipertemukan oleh orang baru juga jadi kenal dengan orang sesama asal Madiun, senior di ITS juga, pokoknya senang deh ketemu orang baru menyambung silaturahmi juga.
Pada tanggal 13 November, kami berkumpul sehabis maghrib di kontrakan mas Afrian, lalu makan sembari menunggu waktu untuk sholat Isya kami kembali mengecek perbekalan yang dibawa. Sempat saya baru teringat jika saya belum bawa baju ganti, untung kos ku dekat dengan kontrakan mas Af jadi bisa cepat ambil dan balik lagi untuk briefing. Aku sempat ragu, soalnya aku yang dibonceng mas Af menggunakan motor Varioku yang sudah lama belum ke service berkala, entah sudah berapa lama pokoknya sudah lama. Tapi alhamdulillah perjalanan 2 hari tersebut dengan motorku aman dan masih bisa bertahan bahkan dia bisa menaiki jalan yang kemiringannya sangat miring tanpa berhenti, tpi aku juga kasihan, pasti si motorku kelelahan :( maaf ya motor ku yang aku cinta ibu yang luhur ITS . Oke skip masalah motor.
Pada pukul 20.30 tanggal 13 malam, kami berangkat menuju Batu, sempat terkendala dengan kondisi salah satu motor yang tertancap paku tapi alhamdulillah teratasi. Oh iya , total motor yang digunakan ada 9 motor dengan setiap motor ada 2 orang, jadi total rombongan adalah 18 orang. Kami sampai di pos parkiran di daerah gunung Panderman itu pukul 00.30 selanjutnya kami mulai berjalan untuk menuju ke atas gunung. Alhamdulillah pukul 03.00 kami sampai di latar ombo dengan super ngos-ngosan dan keringat yang super banyak . Masha Allah perjuangan kami terbayarkan setelah sampai di latar ombo tersebut kami disuguhi lukisan bintang di langit yang amazing mungkin ini juga efek ketinggian dan tidak adanya polusi cahaya, selain itu dari situ kami juga bisa melihat pancaran-pancaran cahaya lampu yang menerangi daerah di bawah. Sumpah Pecah banget pemandangan malamnya, meskipun aku capek tapi rasanya capek nya jadi hilang sekitika. Setelah puas melihat pemandangan, kami mulai membangun tenda. Selanjutnya saya langsung tertidur. Oh iya, dalam perjalan kesini, teman saya dari Kopma, Adit dan Mere itu sempat gak kuat pemirsa, untung aja mereka bisa sampai di latar ombo selamat. Setelah tenda terpasang, saya dan yang lain memilih untuk tidur.
Pada pagi hari tanggal 14 saya terbangun pukul 05.10 dan itu sudah terang banget langitnya, langsung saja saya ambil tayamum dan melakukan sholat subuh, Setelah itu saya masuk tenda lagi untuk melanjutkan tidur, duh dingin banget gengs ndak kuat adek, Setelah puas leyeh leyeh di dalam tenda, saya memcium bau makanan, otomatis saya yang lapar langsung keluar untuk minta makanan yakni pop mie yang sedang dimasak duh enak, dingin - dingin emang enak makan mie yang anget. Alhamdulillah. Pagi itu juga banyak sekali monyet hutan yang menghampiri perkumpulan kemah, Oh iya bukan cuma rombongan kami yang berada di situ, tapi juga dari rombongan lain mungkin kira-kira ada 3 grup yang ada disitu. Kembali ke monyet, ya mereka datang untuk minta makan, ada juga monyet yang besar banget mungkin itu bosnya ya, ada juga ibu monyet yang sedang gendong anaknya, mirisnya ada satu monyet yang aku lihat itu makan sampah plastik. Ya Allah itu kan plastik kok di makan, mungkin ini juga yang bikin populasi mereka di lingkungan turun makannya aja sampah kan tidak bisa dicerna di usus :( ini juga ulah pendaki nakal nih yang buang sampah sembarangan :(
Setelah puas makan dan olahraga sedikit, kami persiapan untuk mendaki puncak. Saya berangkat pukul 06.00 pagi, Saya ke puncak ditemani oleh mas Wisnu sementara ada beberapa orang yang di depan dulu dan di belakang saya juga ada rombongan lain. Saya dan mas Wisnu (juga anggota kopma 24) saling menyemangati untuk ke puncak , kami selalu bilang "sedikit lagi sampai" untuk menyemangati. Alhamdulillah setelah melalui jalan yang berbatu, berpasir, dan segala usaha untuk menuju puncak, pukul 07.15 kami pun sampai dan wow langsung disambut oleh monyet-monyet otomatis roti yang kami bawa langsung kami lemparkan ke monyet-monyet agar mereka tidak mengejar kami. Wah, alhamdulillah saya sangat merasa lega telah mencapai puncak rasanya itu Challenge accepted. dan pengen teriak
YEYY SYIFA SUDAH DI PUNCAK GUNUNG LOOO (tapi kenyataannya ga teriak kok)
Lanjutnya kami berfoto-foto ria.
Sebelum balik turun ke latar ombo tempat tas dan segala perbekalan kami (dijaga mas Rafdi yang ga ikut naik) Nah, Mas Septiar sama mas Afrian, Mas Amas yang dari Madiun itu mengajak aku dan rombongan lain yang sudah sampai untuk berdiskusi. Oh ternyata mereka punya projek untuk membuat
Training Center untuk siswa SMA di Madiun. Saya sangat mendukung dan setuju dengan wacana tersebut, memberikan motivasi dan inspirasi pada siswa SMA serta berbagi pengalaman dan kisah saat menjadi Mahasiswa pada mereka ,
Why not? gitu loh. Saya berharap , sebagai orang yang berasal dari Madiun juga, semoga wacana tersebut segera ter-realisasi-kan. Aamin
Well, setelah berdiskusi dan kembali turun ke latar ombo, kami mulai memasak makan siang ya semuanya sudah lapar. Masakan yang dilihat ga begitu bagus, tapi tetap masuk ke dalam perut ya karena emang sudah lapar hehehe. Pagi tadi yang udaranya dingin, siang itu sudah kembali panas , setelah makan pun jadi kepingin tidur siang. Selanjutnya setelah makan dan istirahat, kami memutuskan untuk pulang. pukul 13.00 kami turun dan kami sampai pukul 14.00 di masjid Toyomerto, Pesanggrahan. Aku dan Mba Damar masih menunggu mas Amas dan mas Afrian yang masih menambal ban yang bocor. Sementara itu, yang lainnya sudah pergi ke masjid Batu untuk mandi di sana ada juga satu motor (mas Dyos dan Mba Hamida) yang langsung pulang ke Surabaya. Pukul 15.00 Saya Mas Af, Mba Damar, dan Mas Amas pergi menyusul rombongan lain yang sudah di Batu. Alhamdulillah pukul 16.30 kami sampai di sana. Berjalan-jalan, makan bakso di alun-alun Batu serta beli susu segar KUD Batu serta sholat Maghrib kami lakukan. Sehabis maghrib, kami pulang ke Surabaya, dan itu kondisi saya ngantuk berat pemirsa. Dengan kecepatan motor yang super cepat saya tidur lo, padahal itu jalanannya super ramai , bisa dibayangkan jika saya tidur di motor, dan jatuh ? Oke jangan dibayangkan ya :" But, Alhamdulillah banget saya gak jatuh, sempet juga mau jatuh, tapi saya langsung melek ya gimana saya itu quat naik gunung tapi apadaya untuk menahan kantuk, saya gak quat hehehe peace na :V.
Terima kasih untuk dua hari tersebut, Beralaskan tanah, masak seadanya, makan seadanya rasanya jadi nikmat, kekeluargaannya lo juga kerasa banget. Terima kasih semua sudah memberi kesan peristiwa tak terlupakan ini, at least I wouldn't say I regret, because it is fine to try something new at least once. Kapan gini lagi?
 |
November
13, & 14 2015. My very first experience for climbing the mountain.
It has been exciting, it trained us how to be a good team, how to be
patient & struggle to reach the goal. Never gonna forget a minute
of this trip. Thanks to every one of these seniors and mate, especially
our best director of kopma, Mr.Afrian for let me join the trip. Good
luck on your final project and Glad to see you guys on top ! P.S = Ignore Adit's face expression
|
 |
| Suasana di latar ombo. itu ada banyak lampu-lampu |
 |
| Hai Monyet |
 |
| Mas Wisnu, Syifa, Adit, Mas Yusuf, Mas Afrian |
 |
| Prasasti nya , hayo bacanya apa |
 |
| di depan masjid, mau berangkat naik |