Kamis, 21 April 2016

Selamat Hari Kartini

21 April diperingati sebagai Hari Kartini, konon beliau ini tokoh penting dalam emansipasi wanita.
Emansipasi secara leterlek berarti pembebasan dan persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan maju

. Tentunya pembebasan yang dimaksud ini bukanlah pembebasan yang mutlak, tapi lebih ke arah Bebas tapi terikat. Apa maksudnya? Emansipasi wanita memang telah membebaskan wanita zaman Kartini lampau dari belenggu sistem kuno yang menghantarkan kaum perempuan ke gerbang pendidikan dan sama hak dengan para pria. Namun, sebagai seorang wanita 'kini' tentunya semakin bebas dan semakin mudah dalam menentukan jalan hidupnya. Namun, perlu diingat Bebas tapi terikat. Bebas menentukan jalan hidupnya tapi tetap terikat dengan kodrati sebagai wanita, terikat dengan norma susila, norma kesopanan, nilai, norma hukum, dan yang terpenting yakni terikat dengan norma agama. Jangan karena terlalu bebas malah semakin kebas dengan norma dan nilai yang ada di masyarakat, ikuti tren kekinian, semakin surutkan nilai moral dan turunkan harga diri, diri sendiri.
#SelfReminder
#SelamatHariKartini

posted from Bloggeroid

Selasa, 12 April 2016

Menjelajah Alam Rahim

Kali ini saya akan menuliskan resensi sebuah novel dari penulis yang saya  idolakan, Fahd Djibran alias Fahd Pahdepie.  Novel cetakan pertama tahun  2013 yang berjudul "Semesta Sebelum Dunia : Sebuah Dongeng Tentang  Alam Rahim." Sejujurnya saya bukanlah orang yang suka mengoleksi novel,  saya lebih banyak membaca cerita fiksa ataupun berita dari majalah ataupun  koran, serta fiksi di situs web di laman internet. Namun, berhubung sedang  ada diskon dari Mizan, maka saya memutuskan untuk membeli novel ini yang  sepaket dengan novel terbaru Fahd, Jodoh.

Saya membutuhkan kurang lebih sebulan untuk melahap novel ini. Ya,  maklum saya selalu menunda-nunda dengan berbagai alasan untuk  meneruskan bacaan saya, ditambah lagi beban akademik yang makin ganas  mengancam nilai indeks. Namun, akhirnya hari ini, 12 April 2016 saya sudah  tuntas membaca semua halaman di novel ini.

Novel ini bisa dibilang istimewa dan sangat imajinatif tapi tetap sarat akan  makna. Ada 20 bab dalam novel ini yang sudah termasuk prolog, epilog, dan  catatan tentang si Penulis. Cerita dalam novel ini beralur maju, dengan sudut  pandang dari Dakka, si Pembawa Berita dari Alam Rahim.
Banyak sekali nilai yang dapat dipetik dari novel ini, membawa saya ke  berimajinasi ke alam rahim, yang pernah saya naungi dulu di rahim Ibu.  Membuat saya terharu dan merasa beruntung dilahirkan kedunia dan  mempunyai orang tua yang super.

Masalah perbendaharaan kata, Fahd mengajak pembaca untuk belajar tentang  bahasa Sains, istilah-istilah kedokteran banyak dimuat di novel ini lengkap  dengan keterangannya. Selain itu, ada beberapa hitungan matematis yang  membuat pembaca merasa tertantang untuk mengoreksi apakah hasil hitungan  yang tercamtum sudah benar atau belum, dilengkapi dengan ilustrasi gambar yang menarik hasil goresan  tangan Ilustrator komik yang saya suka juga, Sweta Kartika, memudahkan saya untuk membayangkan bentuk rupa tokoh di dalam novel.

Kalau menyoal tentang kekurangan, saya kurang begitu suka dengan cover novel ini, entah kenapa gambar sosok bayi di bagian kanan sampul kurang perspektif dengan keseluruhan sampul, selain itu banyak terdapat tanda titik tiga kali (...) yang menandakan jeda, yang membuat saya merasa agak kurang enak dalam membacanya.

Untuk keseluruhannya, saya cukup menyukai novel ini. Membuat saya sadar kalau alam rahim itu memang nyata, dan saya pernah tinggal di sana, membuat saya sadar jikalau perjuangan orangtua terutama Ibu yang sangat luar biasa demi anaknya. Saya rasa novel ini sangat cocok untuk dongeng penghantar tidur untuk anak  saya kelak :D,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...