Senin, 27 Maret 2017

Sebuah kecerobohan haqiqi

So this is my sad story again :(
having a bad time at the bad day is the worst
How ?
How could this happen to me?

Why?
It made me think and think again, this stupid thing that influence my future life.

It's true that
"Nila setitik, rusak susu sebelanga"
sedih, kenapa harus gara-gara gak baca email dan semuanya jadi gagal sedih Ya Allah, ini baru ditolak Kerja Praktik loh belum kerja beneran :(

Jadi, baca email itu perlu, apalagi email yang tertera di surat proposalnya kita.

Padahal, setelah apply pas siang nya itu, sorenya udah ada email balasan tapi baru dilihat tadi sore, sedih bro, konyol gitu :(


huft

Minggu, 26 Maret 2017

Akhirnya dipertemukan

Pernah gak kalian kepo / stalking orang yang belum pernah ketemu sebelumnya?
well saya pernah nih.
jadi sejak zaman SMP tuh aku kepoin Blogger favorit Ghea Safferina Adany : blog.gheasafferina.com
gak tahu kok dulu bisa nemu blognya mbak nya ini wkwkwk
habis itu ngefollow ig, ngeadd facebooknya deh gitu
bagiku, dia itu so inspiring.
dan kemarin banget ketemu langsung dengan mbak Ghea ini. orangnya imut, suaranya kecil anggun deh, sempet salaman juga hehehe. sukses terus buat mbak Ghea semoga lancar terus dan selalu menginspirasi :)

Sabtu, 11 Maret 2017

Oh mungkinkah


Hidup memang penuh dengan kemungkinan-kemungkinan.
Dan di antara senarai kemungkinan, aku punya kemungkinan yang aku semogakan. 


"Tapi, tidak seperti ini yang kuharapkan. Kalau kemungkinan bertemu 'orang ini' lagi sepertinya bukan bagian dari yang aku harapkan."  Aku mengerutu dan bergerak tak nyaman di kursiku. 

" Mbak Tya gak papa? kok saya lihat daritadi kelihatan gak nyaman?" semua mata peserta rapat menuju ke tempatku. Sial, kenapa juga 'orang ini' menyinggung kegugupanku di tengah rapat yang panas ini. Oh kalau ada lubang di bawah kursi ini aku pasti akan menghilang masuk ke dalamnya.

"Eh, saya baik saja kok, cuma kedinginan saja mungkin suhu AC nya bisa diatur lagi" aku menjawab asal ngeles dan mencoba untuk mengontrol gugupku.

Setelah melewati waktu sekitar satu jam, akhirnya rapat berakhir dengan keputusan kerja sama antara pihak kantorku dan perusahaan 'orang itu'.

------------------

"Tya,  Bos yang pimpin rapat tadi ganteng banget ya? duh pengen dekat terus deh rasanya." Omel Sinta sambil memukul-mukul lenganku setelah sampai di kantor. Sudah kuduga temanku yang centil ini akan membahas kentampanan 'orang itu'

" Mending jangan suka deh sama dia, dia itu lebih muda 4 tahun dari kita." jawabku malas

"Lah, kok kamu bisa tahu sih?  Btw tadi dia juga panggil kamu Mbak Tya? Kalian sudah saling kenal ya? Cerita dong!" Ini dia kelakuan Sinta yang suka menghujani dengan berbagai pertanyaan dalam satu hela nafas.

"Pernah kenalan dulu di facebook" Aku memilih menjawab aman, daripada nanti kalau aku ceritakan peristiwa sebenarnya aku akan dipermalukan Sinta, toh aku juga jujur kalau aku dan 'orang itu' memang berteman di media sosial buatan Mark itu.

------------------

Setelah beberes dan pulang kantor, aku langsung merebahkan diri di atas tempat tidur. Kembali terulang memori masa kelamku, saat masih Sekolah Menengah Atas. Tentang 'orang itu' orang yang sama yang aku temui tadi, si Bos pemimpin rapat yang ganteng dan berjarak 4 tahun denganku. Ah, kalau mengingat zaman itu pasti bikin pengen tertawa miris. 

Jadi, ceritanya aku mengenal dia karena sering bersama menunggu bus di halte dekat sekolah, setiap hari Jumat dengan pakaian Pramuka. Dia tampan, aku akui, dan tubuhnya tinggi tegap. Siapa yang tidak menyukai makhluk tampan seperti itu coba? hahaha. Awalnya kita berdua memang tak saling sapa, tapi pada suatu saat Dia memberiku air mineral dan memberitahuku namanya, romantis kan? 
Sejak saat itu aku mulai suka dengannya, setiap hari selalu berharap datang hari Jumat supaya bisa bertemu dengan orang itu.  Pada minggu ketiga setelah berkenalan itu, aku iseng menyelipkan fotoku dan biodataku di ransel miliknya di Hari Jumat, berharap akan disimpan dan kode perasaan tersampaikan.
Namun  sayangnya, aku tidak bisa berharap banyak, sewaktu itu aku sudah sibuk dengan persiapan Ujian Nasional dan Bimbingan, Hari jumat yang kutunggu harus rela terlewatkan karena serangkaian kegiatan belajar di sekolah. Sedih, banget karena tidak bisa bertemu gebetan. 


Setelah serangkaian ujian sekolah selesai, aku berharap bisa bertemu dengannnya lagi di Hari Jumat. Tapi, yang aku harapkan tidak terjadi. Aku memberanikan diri bertanya pada salah satu orang yang pernah bersama 'orang itu' yang aku yakin adalah temannya.

"Permisi, temannya Sakti bukan? kok aku sudah lama gak liat Sakti ya?" tanyaku

"Oh, Sakti pindah mbak, sehabis ujian nasional SMP, dia mau lanjut ke SMA di luar kota"

Seketika aku kaget. "Loh, kamu dan Sakti ini masih SMP toh?" 

"Iya Mbak" Deg, ding dong, aku baru sadar kalau selama ini aku naksir anak SMP Berondong. Udah mau masuk kuliah tapi naksirnya anak SMP. Aku merasa konyol, cinta monyetku dengan anak SMP seusia adikku,

"aaaaarghh"

"Woy Mbak Tya, kenapa sih teriak-teriak?" Suara Sani, adikku membawaku kembali dari lamunanku.

"hehehe" aku cengengesan

"tuh, di ruang tamu ada tamu buat Mbak, cowok cakep, katanya mau kasih sesuatu ke Mbak"

"hah, Siapa?"

" tuh, lihat aja sendiri"


-----------------

Aku mengucir rambutku asal dan menuju ruang tamu dengan setelan baju kerja yang masih ku pakai.
Aku heran, tidak biasanya ada cowok yang bertamu ke rumah. Sesampainya di ruang tamu, aku melihat Sakti dengan wajah tampannya duduk di kursi tamuku. Huh, untuk apa dia kesini.

"Maaf, ada perlu apa ya ke rumah saya?" tanyaku dengan nada sopan, tentu saja dia ini kan Bos proyek kerjasama kantorku.


"Mbak Tya, ini mau kasih dompet sama buku agendanya Mbak, tertinggal di kantor saya tadi"

"Oh iya? bahkan saya tidak merasa kehilangan, syukurlah terima kasih"
Aku pikir Sakti akan berniat beranjak pergi setelah memberikan barangku yang tertinggal. Eh, tiba-tiba dia melontarkan ucapan yang membuatku kaget.

"Mbak, masih suka sama saya ya? buktinya ada coretan nama saya di buku agenda nya mbak? Oh iya foto pas Mbak SMA dulu masih saya simpan loh, lucu gitu pose nya masih alay tapi imut. Hehe, gak nyangka juga bisa ketemu lagi sama Mbak."

"Hah ?" aku dibuat bengong dengan ucapan Sakti barusan

"Mbak belum move on dari saya ya? udah deh bilang aja, Kalo mbak suka sama saya, saya gak ngelarang kok. Mulai sekarang kan, Mbak udah bisa ketemu sama saya terus tanpa harus menunggu bus di Hari Jumat. ehhehehe."

Aku masih dibuat bingung.

" udah ya Mbak, udah malam saya pulang dulu, jangan lupa mandi dan kirim email ke saya buat panitia yang ikut proyek kita. Oh iya, kalau ada waktu saya mau ketemu sama orang tua Mbak, sekalian mau lamaran." 

Aku masih cengo setelah Sakti pergi dengan mobilnya. Bisa-bisanya Sakti bilang begitu. Oh mungkinkah cinta monyetku akan berujung indah? Mungkin. Tapi tunggu, dengan Berondong? Hm, Apa kata dunia?????


-asd-




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...