Kamis, 30 November 2017

We Are One

Seeing through the map
All I can see is a wide area
17500 islands and the top 5 big
34 provinces with its inhabitants
Circumstances by wide blue salt water
Home of numerous different culture
With all these uniqueness, language, religion
All the difference and the diversity 
We called it, Home
Homeland, a nice place to live
The more diverse, the more balanced it becomes
The more diverse, the more we miss this place anywhere we go
We are one, IndONEsia

Surabaya, 16 Oct 2017, 23:50
by Alya Syifa Desyanti

_____________________________
Author note :
I made this poetry, in order to join writing competition
 that held by HIMSI (Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris) 
Universitas Bina Nusantara.
I decided to join first but I didn;t make it.
Surprisingly, The deadline of competition was extended, 
so I bravely to make one.

It was in the middle of midterm, and I was confused from
 many things as well.
I had lunch at Lazizaa and wrote some words to
 make poem.
Actually, on that night supposed to study Amdal 
but I ended up sleeping -__- *
I am a light sleeper and a sleepyhead as well.
I woke up at 22 and continue add some phrase and stanza
, and booyah.
I sent that to committee at 23:50, 9 minutes before 
deadline sigh
For your information, the title is inspired from EXO. 
We Are One, EXO :D


and the result come,
I was shocked because I opened the email late, 
so I checked again on the website
I was chosen to make a final bruh what a day. 
I never expected that my poetry make it.
For the final, the finalist can make an option
 to attend the judgement at Binus or via Skype.
I chose the second option bcz, I lived far from Jakarta
 and due to many college's tasks huh
For the first time I made a call from skype
 (I had the account but never make a call, hehe)
At first I thougt it will be video call but only voice call,
I explained what my poetry about, and my
 interpretation of that and the judge wrote the
 comment via chat.

Comment
1st judges
thank you very much for your submission, your tittle has a very strong message. and I see here that you wanted to describe Indonesia inthe beginning of the stanza. But I think the information here is too direct. It could havebeen more poetic. But I like the lastline how you captalize the one in Indonesia.

2nd judge
Thankl you very much for your submission, i get the feeling that your  poem is sincere despite the limited vocabulary and your submission also have a strong tittle. And i also like you captalize the one in Indonesia

3rd judge
Hi Alya, it is a very simple poem. And then i actually likethe first and the last lines. The first you said "see throughthe map" but you also mention one cannot be seen through the map. So Indonesia is more than just a geography, but I also hoping   that you elaborate this in your presentation

Yeah, I did not make as a champion,
 but Thanky You for the experience.
Anyway, You can send me call or chat via
 Skype id : alyades :)


Jumat, 20 Oktober 2017

Hujan

Hujan itu,
Bagimu : penukil kenangan
Bagiku : penyebab genangan
Tentang hujan,
Pandanganku dan kamu
Tak pernah sepadan

Kecuali satu,
Kita,
Seperti rintik hujan
Bersama saling jatuh,
Jatuh
J a t u h
Lalu
Semakin
J
   A
      U
        H

(Alya Syifa Desyanti, 20oktober2017)

Sabtu, 14 Oktober 2017

Tiket Line Concert Surabaya Gratis

Apa yang membahagiakan dan bikin seneng selain Gratisan? hahaha

Ceritanya nih, aku ngikutin update Line Indonesia, dan Line Concert gitu di LINE (yaiyalah -.-) terus mereka bikin pengumuman bakal adakan konser LINE CONCERT SURABAYA wih aku antusias banget terlebih line up artisnya, ada ISYANA (kakak aku nih) sumpah gatau kenapa aku suka banget sama Isyana, semacam girl crush gitu tsaah terlebih pas dia nyanyi bareng Raisa aku jadi ikutin dia, liat perform di Net music everywhere mashup lagu The chainsmoker sama apa gitu lupa, dia cantik, berbakat, perfect!

Selain kakakku Isyan, ada TULUS, SHEILA ON 7, GLENN FREDLY.
Satu kata : SUPER!!

Terus, ada hari di mana Line bikin give away dengan isi kuesioner di Line, aku ingat itu pas aku masih di rumah temanku di Pekalongan. Terima kasih wifi rumahnya Velda :)
Aku doa supaya si panitianya lihat kemiripan namaku Desyan dengan Isyan, supaya kepilih : Serius, aku doanya gitu ✌✌ Mungkin

Alhamdulillah, pas pengumuman dari Line aku kaget dan panik. Kenapa? karena aku pas hari itu pakai Line Lite (sebelumnya pas aku isi kuesioner itu masih pake Line yang biasa, garagara hapeku eror terus aku ganti Line lite) kan pakai rich message kan aku ga bisa klik pengumumannya. Syukurnya ternyata masih ada pengumumannya lewat e-mail. cusslah aku cek inbox. SENENG BANGET CUY! Sampe Speechless. Kan aku dapat gratisannya yang line cony festival 2 tiket, save up to 400.000 Rupiah cuy xD

Pas hari H, 8 September, aku ajak temenku (dapat 2 tiket gratis) hehe. Sehabis kelas hari jumat itu, sorenya aku ke Grand City venue konsernya, buat nukarkan bukti transaksi dengan gelang masuk konsernya. Di sana lumayan gak antre sih, seneng. tapi betenya banyak calo masa -.- (kalo tiket ku dibeli calo lumayan juga kan aku ngeluarin 0 rupiah, tapi kan aku pengen nonton konser wkwk maaf ya bapak calo yang ter cuek i)

Btw open gate nya jam 18.00 aku ke sana jam setengah 7, dan itu aku liat masih pada antre buat tukar gelang, dasar manusia deadliner xixixi. Terus ternyata baru mulai jam 20.15 gaes -.- gapapalahya demi gratisan. untung tempatnya adem, terus dputarkan animasi Line friends yang cute juga biar ga bosan, sambil mainan light stick btw aku ga dapat sinyal ponsel samsek di dalam ruangan hehehe.

urutan tampilnya Isyana, Tulus, Glenn, sama SO7.
disitu Isyan juga nampilin lagu barunya Terpesona (baru banget dia rilis album paradox). Over all mereka kereeeen gilsss. Tulus yang so berwibawa, Isyana yang super cantik, Glenn juga lagunya yang you are my everything cakep deh. Apalagi yang terakhir Sheila On 7, Wah legendaris lagu-lagunya. SENENG!!tapi capek berdiri dari jam set.7 sampe hampir tengah malam. Oiya Hari Sabtunya ini aku tes Toefl dan gak belajar hahaha (jangan ditiru, aku emang gitu)










sumber gambar : email dari line. btw jilbab coklat belakang itu aku kah? wkwkw kan aku pakai jilbab cokelat juga posisiku di sebelah situ, kayaknya sih AKU. LOL




 TERIMA KASIH LINE! 
Akhirnya aku bisa bertemu Kakakku, Isyana ❤❤👀👏💗💞✌
Kalo ke Surabaya lagi, kasih give away lagi ya :)

Selasa, 26 September 2017

Ku Kira Kau Tahu

Sering bersama, tapi tak sama
Seperti Iya, tapi tidak juga
Menyamai asal, membeda hasil
Ini rasa sepihak,
Jangan berharap banyak, katanya
Ku kira kau tahu,
ternyata kau tempe
(Surabaya, Selasa 26 September 2017)

Jadi, cerita dibalik puisi ini adalah tibatiba kepikiran sama Tahu dan Tempe pas pelajaran AMDAL. lalu kepalaku mulai bertanya-tanya
"Apa persamaan Tahu dan Tempe?"
Mereka lo sama-sama dari kedelai, tapi karena proses nya beda, hasilnya juga beda, rasanya juga
jadilah puisi ini yang disempurnakan di Sekre Click ITS (main ke sekre orang la sekalikali) wkwk

Tahu dan Tempe
Sumber : http://ngateminrosok.blogspot.co.id/2014/02/tempe-dan-tahu-merupakan-makanan-yang.html



Kamis, 21 September 2017

I didn't even know you, but thank you


I'd love to read it
bunch of writings brought by you
make my life more alive
sad, happy, surprised, confused, triggered or angry comes by read that writings
Day after day, you sent it to me. 
And I already used to that situation.
unlike even days, alas! This situation will end soon
 I realize that it's just about contractually.
Sadly, I haven't met you in person yet
I didn't even know you, 
But, Thank You 


ASD, 210917

Akhirnya nulis puisi juga setelah semua ide cuma melayang-layang di kepala :( 
Terinspirasi dari Bapak Loper Koran yang selalu mengantarkan koran jawa pos ke kantor Kopma, Aku heran si Bapak kapan ngirim korannya tiap pagi gak pernah ketemu? tapi muakasih ya si bapak sudah menyediakan asupan berita dan bacaan biar gak kudet. I didn't even know you, but thank you
oiya, semangatin aku dong! aku mahasiswa tahun terakhir yang masih suka terdistract sama Oppa Oppa ganteng 3D, dan cogan anime 2D hiks:(

anyway selamat tahun baru hijriyah! hijrah yuk, move on yuk! :D

Senin, 12 Juni 2017

SYF VLOG #1 #Asisten Bidang Kopma ITS







Ngapain aja 2016/2017 kemarin?

jawabannya jadi asisten bidang humas di Kopma ITS

[DOLAN] Naik Surabaya Heritage Track #2

Yey! Memasuki Bulan keenam dalam kalender Masehi, yang artinya selamat liburan!
Alhamdulillah setelah 16 minggu plusplus (kuliahnya di extend, garagara banyak hari libur hehe) penuh dengan sambat, mumet, ngeluh, letih, lunglai, semangat yang naikturun, kuis, tugas, ujian, dan tetebengek perkuliahan lainnyaa, LIBUR TELAH TIBA!!
Libur di Bulan Juni ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, semoga puasanya berkah ya Aamiin.

Mau curhat dulu, jadi tanggal 4 Juni aku dapat musibah, Ponselku jatuh di jalan, dan kemudian hilang dibawa orang padahal itu ponsel udah jelek banget, layarnya aja penuh retak tapi kok masih diambil sih hmm

OKE SKIP
Mending bahas liburan deh, apalagi yang gratis. di SURABAYA men! Kota Metropolitan, Gratis? WOW!!
Jawabnya ada di  SURABAYA HERITAGE TRACK
Jalan-jalan keliling Surabaya sekaligus belajar sejarah (sesuai namanya heritage :warisan) tentang Kota Pahlawan ini Gratis loh.
Caranya? datang saja ke House of Sampoerna Selasa sampai Minggu sebelum jam 9, sebelum jam 13, dan sebelum jam 15. Soalnya loket tiketnya buka pagi jam 8, terus ada shift busnya berangkat dengan rute yang berbeda pula. Info lebih lanjut bisa cek di houseofsampoerna.museum/



Nah, dulu saya pernah posting pengalaman pertama naik Surabaya Heritage Track bareng sama Serly, Kali ini saya mau cerita kali keduanya saya ikut track bareng sama Diyah 11 Juni Kemarin.
Diyah ini teman saya di Kopma ITS juga hehehe, Ketua Bidang Keuangan.
Nah, awalnya ini janjian main itu tidak direncanakan, jadi asal berangkat. Pas paginya, buka obrolan soal dolan bareng sesama pengurus Kopma mumpung semuanya masih di Surabaya gitu. Chat, chat,chat akhirnya yang berangkat dolan cuma Aku sama Diyah, dan kita memutuskan untuk ke House of Sampoerna  (HOS) Surabaya sekalian ikut naik Surabaya Heritage Track. Kita berangkat jam 12 siang, woh kebayang kan? panasnya Surabaya yang bisa bikin kulit langsung gosong hahahaha. 


Setelah 45 menit, sampailah kita di HOS, dan langsung registrasi untuk dapat tiket Heritage Track.
Tepat pukul 13.00 kami berangkat , penumpang yang naik lumayan sih banyak, hari Minggu juga, ada sekumpulan anak muda, dan juga keluarga.

Dengan dipandu oleh seorang mas pemandu wisata yang lumayan ganteng  ahli menjelaskan sejakarah bangunan yang dilewati sepanjang jalan, kita menuju ke destinasi pertama yaitu Tugu Pahlawan! Yey!

Senang banget bisa ke tugu pahlawan, soalnya udah lama pengen ke tugu pahlawan ajak temanku Mere tapi wacana mulu hehe.
Tapi, tapi tapi Panas banget, puasa juga, tapi gapapa yang penting gratis. Nah kita dijelaskan relief di pintu masuk tugu pahlawan, tentang asal mula nama Surabaya yang tidak ada sangkut pautnya dengan dongen perlawanan ikan Sura/hiu dan Buaya. Melainkan Sura dan Baya hanyalah simbol dari pasukan dari laut (kerajaan mongolia) dan Buaya berarti pasukan dari sungai/darat yaitu Kerajaan Ujung Galuh /Surabaya. Peperangan ini dimenangkan oleh Surabaya pada tanggal 31 Mei (Hari Jadi Surabaya),

Next, kita masuk ke area tugu pahlawan, foto-foto, sayangnya pada hari itu kita tidak sempat masuk ke museum 10 Nopember nya, karena sudah tutup.

museum 10 nopember
Anak SD jalanjalan

Lanjutt, ke destinasi dua yaitu ke PTPN XI (PT Perkebunan Nasional) yang mengurusi tebu, merupakan bangunan peninggalan Belanda yang dibangun dengan sistem dilatasi untuk menurunkan risiko kerugian akibat gempa, jadi bangunannya kayak dibelah gitu. Di bangunan ini, arsitekturnya bagus banget ala Eropa, serta dilengkapi pula dengan bunker, bungker (bung·ker n 1 lubang perlindungan di bawah tanah; 2 ruangan yg dipakai untuk pertahanan dan perlindungan dr serangan musuh, biasanya berupa tumpukan pasir; 3 tempat dl kapal untuk menyimpan bahan bakar (arang atau minyak)) ya, bukan banker (tukang bank)









puas foto-foto, kami balik ke HOS

Sekalian nunggu waktu ashar, kami masuk ke museumnya HOS, pertama di cek KTPnya, memastikan sudah 18 tahun apa belum hehe :) aslinya saya udah pernah juga masuk museumnya, jadi ya sekadar foto-foto terus liat-liat juga.




Oke, itu sekian pengalaman waktu naik Surabaya Heritage Track #2
Next trip? :D

Selasa, 23 Mei 2017

Beauty Blogger Indonesia by Lee Via Han: REVIEW Make Over Eyeliner Pencil

Ini nih! Pensil Alis hadiah dari Ketum Kopma 2017/2018.

Mahal loh, 80.000 dia dapat dari mana coba? wkwkwk

anyway thankyou Syaiful hehehe :) lumayan buat mainan dandan biar cakep Eaa



Beauty Blogger Indonesia by Lee Via Han: REVIEW Make Over Eyeliner Pencil:       Hello Cynt's ! dari jamannya dulu eyeliner pensil itu buat saya pribadi engga terlalu ngehits dalam penggunaan saya sehari-ha...

Senin, 27 Maret 2017

Sebuah kecerobohan haqiqi

So this is my sad story again :(
having a bad time at the bad day is the worst
How ?
How could this happen to me?

Why?
It made me think and think again, this stupid thing that influence my future life.

It's true that
"Nila setitik, rusak susu sebelanga"
sedih, kenapa harus gara-gara gak baca email dan semuanya jadi gagal sedih Ya Allah, ini baru ditolak Kerja Praktik loh belum kerja beneran :(

Jadi, baca email itu perlu, apalagi email yang tertera di surat proposalnya kita.

Padahal, setelah apply pas siang nya itu, sorenya udah ada email balasan tapi baru dilihat tadi sore, sedih bro, konyol gitu :(


huft

Minggu, 26 Maret 2017

Akhirnya dipertemukan

Pernah gak kalian kepo / stalking orang yang belum pernah ketemu sebelumnya?
well saya pernah nih.
jadi sejak zaman SMP tuh aku kepoin Blogger favorit Ghea Safferina Adany : blog.gheasafferina.com
gak tahu kok dulu bisa nemu blognya mbak nya ini wkwkwk
habis itu ngefollow ig, ngeadd facebooknya deh gitu
bagiku, dia itu so inspiring.
dan kemarin banget ketemu langsung dengan mbak Ghea ini. orangnya imut, suaranya kecil anggun deh, sempet salaman juga hehehe. sukses terus buat mbak Ghea semoga lancar terus dan selalu menginspirasi :)

Sabtu, 11 Maret 2017

Oh mungkinkah


Hidup memang penuh dengan kemungkinan-kemungkinan.
Dan di antara senarai kemungkinan, aku punya kemungkinan yang aku semogakan. 


"Tapi, tidak seperti ini yang kuharapkan. Kalau kemungkinan bertemu 'orang ini' lagi sepertinya bukan bagian dari yang aku harapkan."  Aku mengerutu dan bergerak tak nyaman di kursiku. 

" Mbak Tya gak papa? kok saya lihat daritadi kelihatan gak nyaman?" semua mata peserta rapat menuju ke tempatku. Sial, kenapa juga 'orang ini' menyinggung kegugupanku di tengah rapat yang panas ini. Oh kalau ada lubang di bawah kursi ini aku pasti akan menghilang masuk ke dalamnya.

"Eh, saya baik saja kok, cuma kedinginan saja mungkin suhu AC nya bisa diatur lagi" aku menjawab asal ngeles dan mencoba untuk mengontrol gugupku.

Setelah melewati waktu sekitar satu jam, akhirnya rapat berakhir dengan keputusan kerja sama antara pihak kantorku dan perusahaan 'orang itu'.

------------------

"Tya,  Bos yang pimpin rapat tadi ganteng banget ya? duh pengen dekat terus deh rasanya." Omel Sinta sambil memukul-mukul lenganku setelah sampai di kantor. Sudah kuduga temanku yang centil ini akan membahas kentampanan 'orang itu'

" Mending jangan suka deh sama dia, dia itu lebih muda 4 tahun dari kita." jawabku malas

"Lah, kok kamu bisa tahu sih?  Btw tadi dia juga panggil kamu Mbak Tya? Kalian sudah saling kenal ya? Cerita dong!" Ini dia kelakuan Sinta yang suka menghujani dengan berbagai pertanyaan dalam satu hela nafas.

"Pernah kenalan dulu di facebook" Aku memilih menjawab aman, daripada nanti kalau aku ceritakan peristiwa sebenarnya aku akan dipermalukan Sinta, toh aku juga jujur kalau aku dan 'orang itu' memang berteman di media sosial buatan Mark itu.

------------------

Setelah beberes dan pulang kantor, aku langsung merebahkan diri di atas tempat tidur. Kembali terulang memori masa kelamku, saat masih Sekolah Menengah Atas. Tentang 'orang itu' orang yang sama yang aku temui tadi, si Bos pemimpin rapat yang ganteng dan berjarak 4 tahun denganku. Ah, kalau mengingat zaman itu pasti bikin pengen tertawa miris. 

Jadi, ceritanya aku mengenal dia karena sering bersama menunggu bus di halte dekat sekolah, setiap hari Jumat dengan pakaian Pramuka. Dia tampan, aku akui, dan tubuhnya tinggi tegap. Siapa yang tidak menyukai makhluk tampan seperti itu coba? hahaha. Awalnya kita berdua memang tak saling sapa, tapi pada suatu saat Dia memberiku air mineral dan memberitahuku namanya, romantis kan? 
Sejak saat itu aku mulai suka dengannya, setiap hari selalu berharap datang hari Jumat supaya bisa bertemu dengan orang itu.  Pada minggu ketiga setelah berkenalan itu, aku iseng menyelipkan fotoku dan biodataku di ransel miliknya di Hari Jumat, berharap akan disimpan dan kode perasaan tersampaikan.
Namun  sayangnya, aku tidak bisa berharap banyak, sewaktu itu aku sudah sibuk dengan persiapan Ujian Nasional dan Bimbingan, Hari jumat yang kutunggu harus rela terlewatkan karena serangkaian kegiatan belajar di sekolah. Sedih, banget karena tidak bisa bertemu gebetan. 


Setelah serangkaian ujian sekolah selesai, aku berharap bisa bertemu dengannnya lagi di Hari Jumat. Tapi, yang aku harapkan tidak terjadi. Aku memberanikan diri bertanya pada salah satu orang yang pernah bersama 'orang itu' yang aku yakin adalah temannya.

"Permisi, temannya Sakti bukan? kok aku sudah lama gak liat Sakti ya?" tanyaku

"Oh, Sakti pindah mbak, sehabis ujian nasional SMP, dia mau lanjut ke SMA di luar kota"

Seketika aku kaget. "Loh, kamu dan Sakti ini masih SMP toh?" 

"Iya Mbak" Deg, ding dong, aku baru sadar kalau selama ini aku naksir anak SMP Berondong. Udah mau masuk kuliah tapi naksirnya anak SMP. Aku merasa konyol, cinta monyetku dengan anak SMP seusia adikku,

"aaaaarghh"

"Woy Mbak Tya, kenapa sih teriak-teriak?" Suara Sani, adikku membawaku kembali dari lamunanku.

"hehehe" aku cengengesan

"tuh, di ruang tamu ada tamu buat Mbak, cowok cakep, katanya mau kasih sesuatu ke Mbak"

"hah, Siapa?"

" tuh, lihat aja sendiri"


-----------------

Aku mengucir rambutku asal dan menuju ruang tamu dengan setelan baju kerja yang masih ku pakai.
Aku heran, tidak biasanya ada cowok yang bertamu ke rumah. Sesampainya di ruang tamu, aku melihat Sakti dengan wajah tampannya duduk di kursi tamuku. Huh, untuk apa dia kesini.

"Maaf, ada perlu apa ya ke rumah saya?" tanyaku dengan nada sopan, tentu saja dia ini kan Bos proyek kerjasama kantorku.


"Mbak Tya, ini mau kasih dompet sama buku agendanya Mbak, tertinggal di kantor saya tadi"

"Oh iya? bahkan saya tidak merasa kehilangan, syukurlah terima kasih"
Aku pikir Sakti akan berniat beranjak pergi setelah memberikan barangku yang tertinggal. Eh, tiba-tiba dia melontarkan ucapan yang membuatku kaget.

"Mbak, masih suka sama saya ya? buktinya ada coretan nama saya di buku agenda nya mbak? Oh iya foto pas Mbak SMA dulu masih saya simpan loh, lucu gitu pose nya masih alay tapi imut. Hehe, gak nyangka juga bisa ketemu lagi sama Mbak."

"Hah ?" aku dibuat bengong dengan ucapan Sakti barusan

"Mbak belum move on dari saya ya? udah deh bilang aja, Kalo mbak suka sama saya, saya gak ngelarang kok. Mulai sekarang kan, Mbak udah bisa ketemu sama saya terus tanpa harus menunggu bus di Hari Jumat. ehhehehe."

Aku masih dibuat bingung.

" udah ya Mbak, udah malam saya pulang dulu, jangan lupa mandi dan kirim email ke saya buat panitia yang ikut proyek kita. Oh iya, kalau ada waktu saya mau ketemu sama orang tua Mbak, sekalian mau lamaran." 

Aku masih cengo setelah Sakti pergi dengan mobilnya. Bisa-bisanya Sakti bilang begitu. Oh mungkinkah cinta monyetku akan berujung indah? Mungkin. Tapi tunggu, dengan Berondong? Hm, Apa kata dunia?????


-asd-




Minggu, 22 Januari 2017

Pengembangan Desa Wisata Melalui Koperasi

Ketika hari libur tiba, sebagai manusia biasa tentunya kita ingin wisata ke suatu tempat untuk menyegarkan penat. Di zaman media sosial seperti sekarang ini, kita dipermudah untuk mendapat informasi tempat wisata yang sedang “kekinian”.
Sebenarnya, kalau kita jeli melihat peluang, keunikan di suatu tempat (dalam hal ini desa), bisa dijadikan sebagai sebuah obyek wisata. Di tengah gencarnya tren tentang ekonomi kreatif, sekiranya pengelolaan wisata yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi diperlukan yaitu dengan membentuk Koperasi. Sebagai contoh, salah satu wisata dengan konsep ekonomi kreatif mandiri yang dibangun atas gotong rotong masyarakat adalah Wisata Bukit Teletubbies di Desa Sumberasri, Blitar.
Menurut Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, I Wayan Dipta (Tempo-April 2016) peran koperasi masih minoritas dalam pengembangan pariwisata. Pengelolaan bisnis wisata masih didominasi swasta (modal asing) dan investor yang kurang menyejahterakan masyarakat. Dari pendapat tersebut, terbukti bahwa Koperasi perlu dilibatkan sebagai pengelola wisata supaya anggota koperasi dan masyarakat di desa wisata menjadi sejahtera hal ini sesuai dengan tujuan koperasi yaitu untuk menyejahterakan anggotanya.
Menurut pendapat saya, pembentukan koperasi di desa wisata termasuk dalam Community Based Tourism (CBT) sebuah konsep pengembangan destinasi wisata melalui pemberdayaan masyarakat lokal, di mana masyarakat ikut andil dalam pengelolaan, perencanaan dan pengambilan keputusan dalam pembangunannya. Dengan begitu masyarakat lokal akan menjadi pelaku wisata, tidak hanya sebagai penonton.
Dalam mengembangkan obyek wisata, terlebih dahulu pengelola wisata mendaftarkan usaha wisatanya sehingga memiliki legalitas di mata hukum sesuai dengan peraturan tentang pariwisata mulai dari Undang-Undang, Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata RI Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Usaha Wisata dan Peraturan Daerah.
Selanjutnya, Koperasi yang telah dibentuk bisa digerakkan untuk menjalankan berbagai unit usaha, antara lain penataan homestay, transportasi wisata, penataan UKM, dan pusat oleh-oleh di sekitar obyek wisata. Jika koperasi desa wisata ini dikelola dengan baik, bisa semakin besar dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

Referensi :

Rabu, 11 Januari 2017

[Dolan] CANDI SUROWONO : Wisata Sejarah di Kediri, Jawa Timur (2)

Hai, Selamat liburan semuanya!
Liburan semester kali ini,
saya liburan ke Kediri, mampir sebentar sih sebenarnya. Soalnya bertepatan dengan yasinan 40 Hari meninggalnya embah kakung :( mohon doanya ya, supaya Mbah tenang di sana.

ok, back to topic
 Jadi, pas di Kediri kebetulan teman sekampus yang rumahnya sekitar Kediri ajak main.
Nah, Danni yang rumahnya di Prambon, Nganjuk jemput aku di rumahnya embah di desa Plaosan, Kediri. Lalu, kita berdua pergi ke rumah Ema di Kecamatan Pare, Kediri

Nah, sesampainya di Pare, kita jalan-jalan ke Candi Surowono.










Banyak foto gak jelas ya, maafkan :(

Jadi, menurut Wikipedia

Candi Surawana (Surowono) adalah candi Hindu yang terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sekitar 25 km arah timur laut dari Kota Kediri. Candi yang nama sesungguhnya adalah Wishnubhawanapura ini diperkirakan dibangun pada abad 14 untuk memuliakan Bhre Wengker, seorang raja dari Kerajaan Wengker yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Raja Wengker ini mangkat pada tahun 1388 M. Dalam Negarakertagama diceritakan bahwa pada tahun 1361 Raja Hayam Wuruk dari Majapahit pernah berkunjung bahkan menginap di Candi Surawana.[1] Candi Surawana saat ini keadaannya sudah tidak utuh. Hanya bagian dasar yang telah direkonstruksi.

#keepbreathing
#keepexploring
#libursemester5
#pascaTubes3S

Minggu, 01 Januari 2017

Teman Lama

Teman Lama
Semalam saja, ada yang bisa membuat runtuh segala harapan dan angan. Membuat semua yang bias menjadi semu, nyatanya kesemuanya memanglah hanya bayangan tak jelas. Semalam saja, harap yang ditanam mati sudah. Ah, teman lama. Sudah setahun rupanya, Terima kasih sudah membuatku merasa rasa itu. Seharusnya awal bulan 2016 itu bisa lebih baik kulalui. Ah sudahlah, yang lalu sudah berlalu. Terima kasih, Teman lamaku :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...