Sabtu, 20 Agustus 2016

[DOLAN] Tidak Sendiri di Pantai Sendiki
















Alhamdulillah di bulan-bulan awal 2016, sempat merasakan liburan ke pantaii Sendiki dalam acara suaka KPPL
KPPL itu apa Bro?
KPPL itu Kelompok Perempuan dan Penyayang Lelaki (?)
KPPL itu Kelompok Pecinta dan Pemerhati Lingkungan
 Sebuah Komunitas di Teknik Lingkungan
 
Jadi, aku daftar jadi anggota KPPL, dan ceritanya waktu daftar itu di wawancara dulu (istilahnya screening) kebetulan aku diwawancarai sama Mas Ahmad, Mbak Dea, sama Mas Ece(kakom)

Lalu, ternyata aku LOLOS Dan bisa ikut SUAKA!!

Kalian tahu? pas welcome party anggota yang lolos KPPL dan ikut Suaka? Kebetulan pas aku praktikum mata kuliah UPTL malam-malam dan kepalaku pusing banget. Dan, pas malam itu juga ada pengumuman pemenang PEKSIMITS (Pekan Seni Mahasiswa ITS)
 Kebetulan, setelah ikut WP dan Praktikum itu, aku pusiiiing banget jadi gak bisa ikut, pengumuman pemenang Peksimits dan closingnya. Padahal bro! aku menang juara 1 cerpen :') langsung pulang kos dan tidur :)

Dan, aku baru tahu kalau aku menang itu setelah baca chat di grup angkatan, dan komen di foto Path nya salah satu panitia. Nyesel juga sih, kan aku ingin merasakan atmosfer juara.

Serius, aku tidak menyangka kalau aku menang, aku udah pesimis menang peksimits loh
Karena cerpenku itu menurutku tidak terlalu bagus ehehe.
Tapi alhamdulillah menang :)


Intinya Alhamdulillah, Ga boleh Pesimis, Tetap Berpikir Positiv! dan TETAP SEMANGAT


Back to SENDIKI!
 Pantainya Bening, Seger,
Perjalanan ke sana mayan jauh 
tapi seneng, :) makasih KPPL

Rabu, 17 Agustus 2016

Syifa's Squad Semester 4

Pengalaman Pertama Jadi Asisten Laboratorium 
Aku? Sejujurnya nih, aku itu orangnya ceroboh, pelupa, suka males, nuna-nunda waktu dan pekerjaan, duh banyak lah buruknya T.T
dan, pas Semester 4 Aku nekad daftar jadi Asisten Laboratorium Kimia Lingkungan 2!

Lewat seleksi wawancara dengan dosen, akhirnya lolos jadi Aslab Kimling 2  untuk para mahasiswa semester 2 angkatan 2015.
Jadi Aslab ini, asyik bisa main di laboratorium tapi juga suka dag-dig-dug kalau ada sesuatu hal gitu, aku jelasin ke adiknya belum bikin paham. Maklum, si Aslab ini sulit dibuat paham apalagi memahamkan :')
Alhamdulillah juga, dari jadi Aslab ini juga dapat insentif lumayan. Insentif itu apa Bro?

in·sen·tif /inséntif/ n tambahan penghasilan (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk meningkatkan gairah kerja; uang perangsang 













Anyway, Terima kasih buat pengalaman semester 5 nya, maafkan jikalau diriku suka menunda waktu koreksi Lapres sama balikin lapresnya :) maafkan selama jadi aslab banyak kuraaaangnya

Terima kasih "Pasukan Mbak Syifa"
IIN, ORYZA, RAYA, AJENG, INDAH, IMAMAH
Semangat Buat Semester Berikutnya!! Love !


Minggu, 17 Juli 2016

[DOLAN] Naik Surabaya Heritage Track

Pengen wisata sejarah yang gratis di Surabaya?
Ikut aja jalan-jalan naik Surabaya Heritage Track.
Caranya? datang saja ke House of Sampoerna Selasa sampai Minggu sebelum jam 9, sebelum jam 13, dan sebelum jam 15. Soalnya loket tiketnya buka pagi jam 8, terus ada shift busnya berangkat dengan rute yang berbeda pula.
Nah, beberapa hari yang lalu saya sama Serly jalan ke sana yang pas pagi, dengan rute Balai pemuda, Balai Kota, dan Museum Bank Indonesia. Berikut nih beberapa foto-fotonya. Info selanjutnya menyusul ya :D saya mau lanjut nulis fanfiksi hehehe





















Rabu, 13 Juli 2016

[Buku] Menikmati Sensasi Detik-Detik Kemerdekaan Indonesia dengan Sudut Pandang Berbeda

Pada kesempatan kali ini, izinkanlah saya menuliskan tentang ulasan  buku yang saya baca. Kali ini, saya membahas tentang salah satu karya Pramoedya Ananta Toer. Sebelumnya, saya hanya tahu nama beliau ini lewat quote poster pada event menulis yang diadakan oleh kampus saya ataupun kampus lain, yakni "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."

Jujur saja nih,  saya tidak mengenal siapa sosok beliau itu. Jadi saya putuskan untuk mencari tahu lewat laman wikipedia. Nah, karena belum puas hanya lihat biografinya saja, saya coba cari karya beliau di internet. Siapa tahu ada yang sudah  mengunggah versi e-book nya. Dan alhamdulillah saya menemukan beberapa karya Bapak Pram ini di sebuah laman tempat download buku gratis.  Maafkan saya yang suka gratis-an ini :']

Saya mengunduh 2 karya Pram karena tertarik dengan judulnya, yaitu Perburuan dan Gadis Pantai. Dari 2 novel yang telah saya unduh itu, saya baru selesai baca yang Perburuan, jadi yang akan saya ulas tentu saja tentang Perburuan kan :D
Meskipun sempat bingung karena belum ada aplikasi yang bisa buka berkasnya karena ekstensi nya dJVu (saya bacanya file de javu, ga tahu gimana bacanya yang bener hehehe :V) akhirnya bisa juga dibuka karena sudah unduh plug ins nya, dan ternyata bisa dibuka lewat Windows Photo Viewer kok. Jadi ini itu file gambar tapi ada sub-gambar, ya begitulah pokoknya.

Kembali ke buku. Novel Perburuan ini mengisahkan tentang Raden Hardo, seorang prajurit pada zaman penjajahan Jepang di Indonesia yang dianggap mengkhianati Nippon sewaktu itu sehingga diburu untuk dihukum oleh pihak Nippon, dan bertekad pulang kalau Nippon kalah. Hardo sudah tidak memiliki apapun, bahkan tampangnya sudah tidak bisa dibilang pantas untuk seorang prajurit, Hardo hanya bercawat dan seperti seorang kere. Cerita ini diawali dengan kunjungan Hardo ke sebuah rumah yang sedang mengadakan hajat sunatan anak lelaki pemilik rumah itu. Kehadiran Hardo tidak disadari oleh pemilik rumah itu karena tersamarkan dengan para pengemis yang juga ada disitu meminta sumbangan. Tapi anak laki-laki yang disunat, Ramli menyadari kalau itu adalah Den Hardo, orang yang sudah ia kenal. Merasa kehadirannya diketahui, Hardo beranjak pergi dari rumah itu dan perburuan pun dimulai.

Novel ini menggunakan alur lambat jadi tiap bab itu nampilkan setting di tempat tertentu tapi terkesan lambat dan ngalir gitu tapi ini yang bikin seru menurutku, memiliki 4 bab dengan latar yang berbeda. Bab 1 dengan setting rumah pemilik hajat sunatan sekaligus rumah tunangan Den Hardo yang bernama Ningsih, lalu jalanan desa tempat Den Hardo dibujuk pulang oleh Lurah Kaliwangan (Bapaknya Ningsih) yang pada akhirnya lurah itu menjadi pengkhianat Hardo sendiri. Bab 2 setting sebuah gubuk di ladang jagung, di sini Den Hardo bertemu dengan seorang penjudi yang ternyata bapaknya sendiri, mantan wedana Kalijati. Bab 3 setting lokasi di kolong jembatan, dimana Den Hardo bertemu dengan teman prajuritnya Dipo, dan Kartiman, serta berkumpulnya para pemburu Hardo. Pada bagian bab 3 itu diketahui bahwa Hardo seorang prajurit yang menginginkan kemerdekaan memiliki sifat sentimentil pada seorang perempuan, tunangannya serta beberapa masalah tokoh Dipo dan Hardo terhadap tokoh lain bernama Karmin; Ini diketahui dari dialog para tokoh. Selanjutnya, pada bab 4, setting bertempa pada sebuah rumah, tepatnya rumah Ningsih. Pada bab ini, muncullah konflik dan resolusi yang bikin berdebar. Bagaimana kelanjutan kisah perburuan Den Hardo ini? Apakah Indonesia akhirnya merdeka? Saya sarankan untuk membacanya sendiri.!

e-book yang saya punya adalah hasil scan buku terbitan tahun 2002 oleh syauqi_arr@yahoo.co.id , saya tidak akan mengomentari soal hasil scan buku ini, tetapi dari isi tulisannya. Ketikannya sudah baik, tapi tidak ada beda antara kalimat deskripsi dengan dialog. Di sini, dialog tidak di tulis dalam kurungan tanda petik " ", jadi agak bingung membacanya. Sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang orang ketiga, pendiskripsian dan kata-katanya banyak yang baru bagi saya, antara lain :
    te·ri·tis n tanah atau lantai di sekeliling rumah yg masih beratap di atasnya
    ba·yo·net /bayonét/ n senjata tajam spt pisau, runcing sekali, biasanya dipasang     pd ujung senapan; sangkur;

Juga masih digunakan istilah-istilah jepang seperti Shodanco, Keibodan, tapi di halaman akhir ada glosarium mengenai kata-kata tersebut, ada juga istilah bahasa Jerman dan Belanda. Latar kejadian keseluruhan novel ini ada di Kota Blora.  Selain itu, kisah dalam novel ini tidak mudah ditebak, sehingga membuat pembaca penasaran sehingga ingin menuntaskan novel ini lekas-lekas.
Banyak pesan moral yang dapat dipetik dari novel ini, selain itu ada beberapa kutipan pemikiran tokoh yang bagus, ala quote-quote  gitu, salah satunya ini nih.

"Siapa yang bisa menyalahkan? Orang memang sudah biasa dengan keadannya sendiri. Dan aku pun tak bisa menyalahkan. Mungkin juga dia benar dan kalau tak benar untuk umum, pastilah benar untuk dirinya sendiri. "

Akhir kata, saya memberi buku ini 5/5, Selamat berburu!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...